Mainan

Yuk Kenalkan Anak pada Budaya Indonesia Melalui 3 Mainan Tradisional Ini

Pergantian zaman telah mengalihkan keinginan anak-anak untuk mengenal mainan tradisional. Hal itu disebabkan oleh munculnya permainan yang lebih canggih dan berbasis elektronik. Padahal, permainan tradisional memiliki banyak manfaat bagi perkembangan motorik dan psikis anak. Selain itu, mengenalkan anak pada permainan tradisional berarti mengajarkannya untuk memahami nilai-nilai mulia yang dimiliki oleh Indonesia serta menghormatinya sebagai peninggalan bangsa.
Berikut adalah tiga permainan tradisional yang bisa Anda berikan pada anak untuk mengajarkan nilai luhur budaya Indonesia.

Congklak

Mainan Tradisional - News
Mainan Tradisional – News

Congklak merupakan permainan tradisional yang dilakukan oleh dua orang, menggunakan papan berlubang dan diisi menggunakan biji congklak berjumlah 98 buah. Biasanya papannya terbuat dari plastik dan kayu, sedangkan biji congklak terbuat dari biji tumbuhan, batu, kelereng, cangkang kerang maupun plastik. Lubang pada papan congklak beragam di tiap daerah, rata-rata terdiri atas 2 lubang besar dan 14 lubang kecil.

Cara memainkannya, isilah 14 lubang kecil masing-masing dengan 7 biji. Pemain yang memulai lebih dulu memilih lubang, mengambil 7 biji dan menaruh satu biji ke masing-masing lubang yang berada di sisi kanan hingga biji habis. Jika biji habis di lubang kecil yang memuat biji lainnya, maka permainan dilanjutkan lagi dengan mengambil biji itu kemudian memasukkannya ke lubang di sisi kanan searah jarum jam. Permainan berakhir apabila pemain tidak memiliki biji lagi di lubang kecil. Pemain dengan jumlah biji terbanyak adalah pemenangnya.

Permainan congklak juga memiliki manfaat bagi tumbuh kembang anak, di antaranya adalah membantu anak belajar berhitung, mengasah kemampuan motorik halus anak, melatih kesabaran, mentaati peraturan, serta menanamkan sifat jujur.

Gasing

Mainan Tradisional - Flickr
Mainan Tradisional – Flickr

Gasing adalah mainan yang mampu berputar pada sumbu serta memanfaatkan prinsip keseimbangan. Gasing tradisional terbuat dari kayu dan dimainkan menggunakan tali dari kulit pohon. Sedangkan gasing modern terbuat dari plastik dan dimainkan menggunakan benang nilon. Jenis kayu yang digunakan di antaranya adalah Pelawan, Menggeris, Leban, Kayu besi, Mentigi dan lain sebagainaya.

  Ingin Anak Lancar Berbahasa Inggris? 5 Mainan Edukasi Ini Patut Dicoba

Di tiap daerah gasing memiliki beragam bentuk, di antaranya adalah bulat lonjong, silinder, kerucut, bahkan ada yang seperti piring terbang. Gasing terdiri atas bagian kepala, badan, dan paksi (kaki). Cara memainkannya, pegang gasing di tangan kiri dan pegang tali di tangan kanan. Kemudian lilitkan tali mulai bagian kaki hingga badan gasing dengan kuat dan lempar gasing ke tanah.
Bermain gasing bermanfaat untuk mengajarkan sikap sabar, melatih motorik halus, sportivitas serta mengenalkan hukum keseimbangan pada anak.

Pletokan

Mainan Tradisional - Sites.google.com
Mainan Tradisional – Sites.google.com

Pletokan merupakan senapan yang terbuat dari bambu berukuran 30-40 cm dengan diameter setengah hingga 2 cm. Pelurunya berupa kertas yang dibasahi maupun bunga jambu air. Permainan yang menggambarkan peperangan ini biasa dimainkan oleh anak laki-laki, baik per orangan maupun berkelompok. Jika per orangan, umumnya sasaran tembakan adalah serangga kecil. Jika dimainkan berkelompok, maka sasarannya adalah teman yang berada di kelompok lawan.

Di awal permainan, seluruh pemain akan bermusyawarah menentukan peraturan dalam permainan. Hal ini akan mengajarkan anak untuk bersikap sportif dan menaati peraturan. Berikut salah satu cara memainkan pletokan, pertama bentuklah dua kelompok dan carilah tempat yang akan digunakan untuk menembak dan bersembunyi dari musuh. Siapkan peluru dan masukkan ke dalam pletokan. Setiap pemain memiliki tiga kesempatan, jika tertembak tiga kali selama permainan berlangsung maka dinyatakan gugur.

Sekarang ini bentuk pletokan tidak hanya berbentuk lurus melainkan didesain dengan sangat bagus dan menyamai senapan. Meski demikian, para penjualnya tetap menggunakan bambu sebagai bahan utamanya.

Demikianlah 3 mainan tradisional yang bermanfaat bagi perkembangan anak serta membantu Anda dalam mengenalkan nilai-nilai luhur budaya Indonesia.